Mudir ‘Am Pesantren Al-Ma’tuq sedang mensosialisasikan Program Bedah Rumah di hadapan penerima bantuan.

almatuq.sch.id – Pesantren Al-Ma’tuq mengadakan Sosialisasi Bedah Rumah bagi 18 warga sekitar Pesantren yang dilaksanakan di Aula Fahad pada Rabu, 9 Maret 2022.

Turut hadir dalam acara sosialisasi, Kepala Desa Gunungjaya yang diwakili oleh Kepala Urusan (Kaur) Pengembangan, Mudir ‘Am Pesantren Al-Ma’tuq Ust. Dr. Ade Hermansyah, Lc., M.Pd.I., Kawabid serta Mudaro’.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah Jakarta sebagai Yayasan yang menaungi Pesantren Al-Ma’tuq dalam memberikan manfaat bagi warga sekitar. Yayasan memberikan nama program tersebut dengan “Baitul Khair” atau Rumah Kebaikan. Tahun 2021 lalu, Program Baitul Khair Sudah berjalan dengan membedah 4 unit rumah.

Ust. Ade menjelaskan, untuk penerima bantuan Baitul Khair memiliki beberapa kriteria yang diantaranya adalah tanah milik sendiri dengan luas minimal 35 meter persegi, kondisi rumah rusak dan pemilik rumah berusia di atas 60 tahun.

Pada sosialisasi ini juga, pihak Pesantren ingin memastikan kembali bahwa tanah yang diajukan oleh penerima bantuan Baitul Khair benar-benar milik sendiri. Karena rumah yang akan dibangun nantinya statusnya wakaf jadi harus ditempati. Penerima bantuan tidak dapat menjual atau menyewakan rumah wakaf tersebut.

“Kita ditugaskan untuk menyakinkan lagi bahwa tanah yang diajukan itu betul-betul milik Bapak/Ibu. Karena, rumah yang akan dibangun ini statusnya wakaf, tidak boleh dijual, tidak diwariskan bangunannya tapi boleh dimanfaatkan oleh ahli waris untuk ditinggali.” Kata Ust. Ade.

Jika penerima bantuan Baitul Khair menerima persyaratan, penerima bantuan dapat menandatangani surat pernyataan.

“Kita ingin memastikan dengan surat pernyataan yang harus ditandatangani bagi yang siap (rumahnya dibedah, Red). Kata Ust. Ade.

Setelah penerima bantuan menandatangani surat pernyataan, Pesantren akan melakukan survey kembali untuk melihat kesiapan tanah yang akan akan dibangun. Direncakan pada hari Senin, 14 Maret 2022, proses pembangunan rumah akan dilaksanakan secara serempak. Jadi penerima bantuan bisa menempati rumah sementara bersama keluarga atau sewa. Semoga setelah lebaran pembangunan Baitul Khair dapat ditempati.

“Setelah masing-masing (penerima bantuan,Red) sudah tanda tangan, akan disurvei kembali oleh bagian proyek. Jadi pelaksanaan pembangunan akan dilaksanakan jika tanah sudah siap dibangun.” Tambah Ust. Ade.

Jika pembangunan rumah sudah selesai dilakukan, Yayasan berencana untuk mengundang Gubernur Jawa Barat dalam acara penyerahan kunci.

Kaur Pengembangan mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak Pesantren dan Yayasan dengan adanya program Bedah Rumah yang dilaksanakan di Desa Gungjaya.

Kami haturkan terima kasih, mudah-mudahan program ini bisa berlanjut ditahun-tahun berikutnya. Pungkas Kaur Pengembangan.(am/aml)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.