almatuq.sc.id – Dengan berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester ganjil tahun pelajaran 2020-2021 di Pesantren Al-Ma’tuq, tibalah waktu perpulangan santri untuk bertemu sanak keluarga dan liburan.

Dengan menerapkan protokol kesehatan dan sistem perpulangan yang ketat, diawal masuk area Pesantren, wali santri atau penjemput dilakukan screening suhu tubuh dan cuci tangan dengan hand sanitizer. Apabila terdapat dari pihak wali santri dan penjemput ada yang suhu tubuhnya di atas 37,5°c maka tidak diperkenankan untuk masuk area Pesantren dan diharapakan menunggu di area yang sudah disediakan.

Perpulangan santri juga dilakukan dengan sistem Drive Thru jadi, wali santri atau penjemput tidak perlu turun dari kendaraannya. Selain itu, Pesantren juga menyediakan pelayanan Rapid Test bagi wali santri yang ingin anaknya di rapid sebelum pulang ke rumah.

Perpulangan santri dilakukan secara bertahap di Markaz Al-Ma’tuq, Al-Zamil maupun Al-Bassam dari tanggal 27-29 November 2020. Tanggal 27, jadwal perpulangan untuk kelas 7 dan 8 MTs, tanggal 28 jadwal untuk kelas 9 MTs dan 10 MA dan tanggal 29 jadwal untuk kelas 11 dan 12 MA.

Sebelum waktu perpulangan, Pesantren juga sudah membuat jadwal khusus untuk membekali santri dengan nasihat-nasihat berharga dari asatidzah. Diantaranya adalah Mudir ‘Am Pesantren Al-Ma’tuq Ust. Dr. Ade Hermasnyah, Lc., M.Pd.I.

Salah satu nasihat beliau kepada santri adalah untuk selalu berbakti dan membahagiakan kedua orang tua. Jangan sampai ilmu yang didapatkan selama belajar di Pesantren tidak bermanfaat akibat tidak berbakti kepada kedua orang tua.

“ Ilmu yang kita pelajari, terutama ilmu-ilmu agama, adab, akhlak yang diajarkan oleh ustadz-ustadz dan dicontohkan oleh ustadz-ustadz di Pesantren ini agar kalian menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.” Kata Ust. Ade.

“Kalo kalian tidak bisa berbakti kepada orang tua, berarti tidak bermanfaat ilmunya.” Tambahnya.(am/aml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *