MENUJU SHALAT YANG KHUSYU

MENUJU SHALAT YANG KHUSYU

Oleh : Abu Asma

Khusyu’ dalam shalat bukan pekerjaan yang mudah, karena ia merupakan totalitas amal (komunikasi dengan Allah) lewat hati, lidah dan seluruh anggota tubuh. Untuk itu diperlukan kerja keras untuk mendapatkannya.
Di antara usaha-usaha yang harus kita lakukan untuk mendapatkan kekhusyuan, adalah sebagai berikut : …

MENEMUKAN KELEZATAN IBADAH DALAM MAHABBAH

MENEMUKAN KELEZATAN IBADAH DALAM MAHABBAH

Oleh: Ust. Ade Hermansyah, Lc


Motivasi seseorang untuk beribadah dengan giat dan tekun, adalah perasaan takut akan siksa Allah I, dan harapan akan mendapatkan pahala dari-Nya. Namun, siksa dan pahala adalah dua hal yang tidak bisa dirasakan langsung di dunia. Untuk mendapatkan kelezatan ibadah dan manisnya penghambaan diri yang utuh, diperlukan satu perasaan lagi, yaitu ‘mahabbah’ atau cinta kepada Allah.

Bagaikan burung yang terbang dengan kedua sayapnya, tapi dengan kepalanya ia menentukan arah terbangnya, dan tujuan yang akan di tempuhnya, dan dengan kepalanya pula ia merasakan ni’matnya terbang. Kedua sayap itu adalah khauf (perasaan takut akan siksa Allah) dan roja (harapan akan pahala dari Allah), sementara kepala adalah mahabbah (cinta kepada Allah).

BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

Oleh: Ust. Ade Hermansyah, Lc



“Bacakanlah Al-Qur’an untukkku!” Pinta Rasululullah e kepada Abdullah bin Mas’ud, salah seorang shahabat yang terkenal ahli baca Al-Qur’an.
“Ya Rasulullah! akankah aku membacakan Al-Qur’an untukmu, padahal ia diturunkan kepadamu ?” tanya Abdullah .
“Ya“ jawab Rasullah e.
Selanjutnya, Abdulullah menuturkan: “Maka aku membacakan surat An-Nisaa, ketika sampai di ayat:

” فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلآءِ شَهِيدًا

“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). “ (An-Nisaa ; 41)
“Cukup“ kata Rasulullah.