Kontribusi Pesantren Al-Ma’tuq Pada STQ Ke-17 Tingkat Kabupaten Sukabumi

almatuq.sch.id – Pesantren Al-Ma’tuq dipercaya oleh pemerintah Kecamatan Cisaat untuk berkontribusi pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-17 Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan di Pesantren Al-Matin Sukaraja pada tanggal 23-25 Mei 2021.

 

Sejumlah dua belas peserta dari Pesantren Al-Ma’tuq sebagai perwakilan atau kafilah dari Kecamatan Cisaat mengikuti lomba pada STQ ke-17 dengan berbagai kategori lomba.


Seperti yang disampaikan oleh Ust. Ali Budiar, M.Pd. selaku Penanggung Jawab peserta dari Pesantren Al-Ma’tuq. Pada awalnya pesantren merasa pesimis untuk mengirimkan utusan mengikuti STQ karena kondisi pandemi. Tidak adanya santri yang tinggal di pesantren dan pembelajaran berjalan via online menjadikan persiapan peserta terbatas, tidak ada bimbingan khusus dan tidak tahu perkembangan peserta.

 

“Kita (pesantren,Red) pesimis untuk mengirimkan utusan dalam kondisi pandemi. Kita tidak mempunyai santri kemudian tidak ada di pesantren, tidak ada bimbingan khusus untuk mereka karena mereka full kegiatan online. Otomatis kita tidak melihat bagaimana perkembangan mereka untuk menghadapi STQ ke-17 ini.” Ungkap Ust. Ali.

 

Walaupun diawali dengan rasa pesimis, kabar tidak terduga datang dari hasil lomba STQ. Sesuai SK nomor : 05/STQ-17/kABSI/V/2021, delapan peserta dari Pesantren Al-Ma’tuq meraih juara terbaik dan menjadikan kecamatan Cisaat sebagai juara umum pada STQ ke-17. Peserta terbaik berhak mengikuti pembinaan dengan peserta binaan  LPTQ Kabupaten Sukabumi dan hasil binaan terbaik berhak mewakili Kabupaten Sukabumi pada STQ yang akan diselenggarakan tingkat Provinsi Jawa Barat di bulan Juni mendatang.

 

“Alhamdulillah, utusan kita dapat meraih cabang-cabang tertentu. Mudah-mudahan ini semua  menjadi penggugah disaat kondisi pandemi, minim pendidikan, minim pembelajaran bahkan mungkin minim prestasi karena tidak ada event-event yang cukup krusial pada masa pandemi ini.” Pungkas Ust. Ali.

 

Rekapitulasi juara yang diraih peserta yaitu :

·       Terbaik III Hafalan Al-Qur’an 10 juz putra

·       Terbaik II Hafalan Al-Qur’an 10 juz putri

·       Terbaik III Hafalan Al-Qur’an 20 juz putra

·       Terbaik II Hafalan Al-Qur’an 20 juz putri

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juz putra

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juz putri

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juz dan Tafsir Arab putra

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juzdan Tafsir Arab putri.

 

Ust. Ali Budiar juga berpesan untuk keluarga besar Pesantren Al-Ma’tuq. Semoga prestasi ini menjadi penggugah disaat kondisi pademi, minim pembelajaran dan prestasi karena tidak ada event yang krusial pada pandemi.

 

“Event STQ tingkat Kabupaten Sukabumi ini dapat memotivasi seluruh warga Pesantren Al-Ma’tuq terkhusus santri dan santriwati.” Harap Ust. Ali.(am/aml)

Dok. Pesantren Al-Ma'tuq

Safari Jumling Wakapolres Sukabumi Kota di Pesantren Al-Ma’tuq

almatuq.sch.id – Pesantren Al-Ma’tuq menjadi salah satu lokasi safari Jumling (Jum’at keliling) yang menjadi salah satu program Polres Sukabumi Kota. Hadir dalam Jumling tersebut Kompol Sulaeman Salim, S.Pd., S.H., M.H. pada Jum’at 23 April 2021.

Didampingi oleh jajarannya dari Polres Sukabumi Kota, Polsek Cisaat dan Polsek Kadudampit, kegiatan safari Jumling Ini rutin dilakukan dalam rangka mempererat persaudaraan, memberikan himbauan kamtibmas, serta edukasi  protokol kesehatan.

Kegiatan dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Ma’tuq mulai pukul 11.00. Diisi kata sambutan dari Mudir ‘Am dan Wakapolres, dan dilanjut dengan jum’atan berjamaah.

Dalam pembukaan kegiatan, Mudir ‘Am Pesantren Al-Ma’tuq Ust. Dr. Ade Hermansyah, Lc., M.Pd.I., memaparkan perjalanan perkembangan Pesantren Al-Ma’tuq sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah Jakarta. Dengan pesatnya perkembangan Pesantren Al-Ma’tuq tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Donatur, apparat pemerintah dan masyarakat.

“Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah yang berdiri tahun 1992 sebagai Yayasan yang bergerak di bidang sosial juga Pendidikan. Sekarang telah memiliki beberapa lembaga selain di Sukabumi, ada di Bogor, ada juga di Aceh dan di Riau.” Kata Ust. Ade.

“Semua ini adalah fadhlun minallah, karunia allah Subhanahu wata’ala yang tentunya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Para donator yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu pembangunan di pesantren ini. Kemudian juga aparat pemerintah yang alhamdulillah terus melindungi, mengayomi, mengarahkan dan selalu menjaga kita. Kemudian juga warga masyarakat Desa Gunungjaya yang menjadikan kami sebagai bagian dari masyarakat Desa Gunungjaya.” Tambahnya.

Mudir ‘Am juga berharap ketika aparat pemerintah dekat dengan lembaga pendidikan dan pesantren, bisa menjadi sumber kebaikan.

“Kita mendapatkan kehormatan untuk shalat Juma’t bersama Wakapolres dan rombongannya. Kita berharap ini merupakan sebuah petanda bahwa aparat penegak hukum dan aparat yang lainnya, umaro itu dekat dengan lembaga pendidikan, dengan pesantren, dengan ulama. Dan inilah yang merupakan sumber kebaikan ketika semua elemen bangsa, masyarakat beriman bertaqwa Allah Subhanahu wata’ala menjanjikan akan membuka pintu-pintu keberkahan dari langit dari bumi. Dan kita berharap tentunya semua aparat pemerintah memberikan perhatian yang besar terhadap embaga-lembaga pendidikan islam.” Kata Ust. Ade.

Pada kesempatan yang sama, Kompol Sulaeman Salim menyampaikan tentang tugas dari kepolisian sebagaimana yang tertuang pada UUD N0. 22 Tahun 2002 dihadapan asatidzah dan santri. Beliau juga berpesan untuk menjaga persatuan dan kebersamaan sesam umat beragama.

“Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan UUD No. 22 Tahun 2002. Pertama menjaga harkamtibnas pemeliharaan ketertiban masyarakat. Kedua pelindung pengayom pelayan masyarakat.” Kata Kompol Sulaeman.

“Jaga persatuan, jaga kebersamaan, jaga kekompakkkan. jangan ada cerai berai, karena cerai berai menghancurkan kebersamaan umat islam.” Tambanya.

Kompol Sulaeman juga berpesan kepada santri untuk menimba ilmu semaksimal mungkin. Karena masa depan negara berada di tangan anak-anak sebagai penerus.

“Anak-anak sekarang dengan para ustadznya yang luar biasa timba ilmu semaksimal mungkin isi otak kita isi kalbu kita dengan keilmuan dengan wawasan yang panjang dengan wawasan yang penuh karena negara nanti akan tergantung kepada anak-anak (santri.Red) yang di depan ini.” Kata Kompol Sulaeman.

Selepas shalat Jum’at Wakapolres sempat membagikan bingkisan untuk lima orang marbot masjid sebagai penghargaan pada mereka yang bertugas mulia di Masjid Jami’ Al-Ma’tuq. Jazakumullah Bapak Wakapolres atas kunjungannya. Semoga hubungan baik antara Pesantren dan Kepolisian terus terjalin dan bersinergi dalam menjaga keamanan dan kedamaian di negeri tercinta ini.(am/aml)

Dok, Pesantren Al-Ma'tuq

Daurah Staf dan Karyawan Pesantren Al-Ma’tuq

almatuq.sch.id – Pesantren Al-Ma’tuq dengan slogannya “Ma’hadul Ma’tuq Yuhibbuna Wanuhibbuhu” atau “Pesantren Al-Ma’tuq yang Mencintai Kita dan Kita Mencintainya”, memiliki banyak program dan kegiatan selain Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang umumnya dilaksanakan santri di dalam kelas.

 

Selain kegiatan kajian yang rutin dilaksanakan setelah shalat dhuhur, salah satu program lainnya adalah Daurah Staf dan Karyawan. Daurah diikuti oleh pegawai dari semua markaz yang ada di bawah naungan Pesantren Al-Ma’tuq. Dan dilaksanakan setiap awal bulan selama sepekan dengan tujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan yang lebih bagi pegawai mengenai syari’at agama islam.

 

Daurah yang sudah berlangsung sekitar tiga tahun ini disambut dengan antusiame pegawai yang luar biasa. Mereka datang ke Al-Ma’tuq bukan hanya untuk bekerja semata tapi juga untuk belajar ilmu agama.

 

Saat ini, Daurah membahas Kitab Hadits Al-‘Arba’in An-Nawawiyah dari tanggal 7-12 Ramadhan 1442 / 19-24 April 2021. Pemaparan materi disampaikan oleh asatidzah yang insyaallah memumpuni dalam bidangnya. Sebelumnya Daurah telah membahas Kitab Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan Kitab Syarhus Sunnah lil Muzani.

 

Diakhir Daurah ada kegiatan muraja’ah dan ujian yang dapat diikuti oleh semua pegawai. Pesantren menyiapkan hadiah yang cukup besar bagi pegawai yang mendapatkan nilai terbaik.

Semoga dengan kegiatan Daurah selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, juga memberikan semangat dan etos kerja.(am/aml)