Dok. Pesantren Al-Ma'tuq

Kunjungan Wakapolres Sukabumi Kota Ke Pesantren Al-Ma’tuq

almatuq.sch.id – Senin, 19 April 2021, Pesantren Al-Ma’tuq kedatangan Wakapolres Sukabumi Kota, Bapak Kompol Sulaiman Salim, S.Pd., S.H., M.H. bersama rombongan.

 

Orang nomor dua di Polres Sukabumi Kota ini disambut hangat oleh Mudir ‘Am Pesantren Al-Ma’tuq Ust. Dr. Ade Hermansyah, Lc., M.Pd.I., Mudir-mudir Markaz dan segenap dewan asatidzah. Kunjungan beliau dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergitas antara Polri dengan ulama.

 

Pesantren Al-Ma’tuq yang berada di bawah naungan Jamiyyah Ihya al-Turats al-Islami (JITI) Kuwait dan Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah Jakarta merasa bangga dan bahagia dengan kunjungan Wakapolres yang sebelumnya Pesantren Al-Ma’tuq dikunjungi oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni.

 

Dalam kesempatan silaturahmi kali ini, Wakapolres memberikan nasihat dan pengalaman hidup beliau sebagai motivasi serta pelajaran hidup dihadapan santri, asatidzah dan warga pesantren. Kesuksesan beliau di kepolisian sesuatu yang tidak disangka, selain terlahir dari keluarga yang sederhana juga beliau tidak memiliki sosok bapak ketika beliau akan masuk sekolah SMA.

“Saya tidak menyangka jadi polisi, karena saya ini sejak kecil mau masuk SMA bapak meninggal.” Kata Bapak sulaiman.

 

Di samping itu, Wakapolres juga menjelaskan tugas pokok polisi salah satunya yaitu memelihara kemanan dan ketertiban masyarakat, sebagaimana terdapat dalam pasal 13 Tugas Pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam UU No.2 tahun 2002. Serta mensosialisasikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Di dalam pasal 13, bahwa polri itu pertama adalah sebagai pemelihara Kantibmas, keamanan ketertiban masyarakat.”

Di akhir pertemuan Wakapolres juga membuka sesi tanya jawab bagi warga pesantren.(am/aml)

Pesantren Al-Ma’tuq dan Al-Bassam Bersiap Menyambut Santri Kembali Pasca Diliburkan Akibat Covid-19

Tim Gugus Tugas Covid-19 saat melakukan peninjauan ke Pesantren Al-Matuq dan Al-Bassam.

Pesantren Al-Ma'tuq dan Al-Bassam Bersiap Menyambut Santri Kembali PAsca Diliburkan Akibat Covid-19

Rabu (8/7), Pesantren Al-Ma’tuq dan Al-Bassam Cisaat Sukabumi, setelah hampir 5 bulan memulangkan santri-santrinya dan hanya mengadakan pembelajaran online dari rumah masing-masing, mulai Juli 2020 ini akan menyelenggarakn kembali pembelajaran tatap muka, setelah mendapat rekomendasi Kementerian Agama dan persetujuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi. Kedatangan santri direncanakan secara bertahap mulai 9 hinggal 28 Juli 2020.

Berbagai persiapan dilakukan pihak Pesantren dalam rangka memenuhi protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah, mulai dari memperbanyak sarana sanitasi, fasilitas kesehatan, dan baligo-baligo peringatan terkait adaptasi kebiasaan baru yang dipasang di berbagai area Pesantren.

Dalam penyiapan semua sarana itu, Pesantren pun selalu berkoordinasi dengan Dinas terkait dan menerima berbagai arahan dan masukan semaksimal mungkin. Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Dinas Kesehatan, dan Gugus Tugas pun memantau langsung persiapan-persiapan yang dilakukan Pesantren.

Pemantauan terakhir dilakukan pada Selasa (7/7), nampak hadir dari Gugus Tugas, Bapak Dedi (Koordinator Sekretariat Gugus Tugas). H. Encep (Kasie Data), Eneng Yulia (Kasi Pengelolaan Informasi Publik), didampingi petugas kesehatan dari Puskesmas Selajambe, drg. H. Umar (Kepala Puskesmas), Maulana Nugraha, Amkl (Kesehatan Lingkungan), Hera Mutiarti, Amk (Promosi Kesehatan), Nuraeni Eka Yuniarti, Am.Kep (Pembina Desa), dan Ratih Anggraeni, Am.Keb (Bidan desa).

Bersama Pimpinan Pesantren, Dr. Ade Hermansyah, dan Gugus Tugas internal bentukan Pesantren, rombongan menyisir semua lokasi sembari memberi arahan-arahan penting demi mengantisipasi kemungkinan mampirnya Covid-19 ke dalam lingkungan Pesantren. 

Semoga Allah melindungi warga Pesantren dan semua kaum Muslimin di negri tercinta ini.. (almatuqmedia/abhaitsam)

Pesantren Al-Ma’tuq Menyalurkan Ribuan Paket Kurban Untuk Warga Desa Gunungjaya

almatuq.sch.id – Pada kegiatan kurban 1442 H, Pesantren Al-Ma’tuq berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 110 ekor domba dan 27 ekor sapi melalui Lajnah Zakat Shadaqoh dan Infak Ma’had Al-Ma’tuq (LAZSIMA).

 

Hewan-hewan tersebut tersebar di beberapa markaz yang menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban di Desa Gunungjaya. Dengan rincian Markaz Al-Ma’tuq 74 domba dan 6 sapi, Al-Bassam 36 domba dan 6 ekor sapi serta Al-‘Unaizy 9 sapi.

 

Selasa, 20 Juli 2021, Sejumlah 2000 lebih paket daging kurban disalurkan kepada warga Desa Gunungjaya. Paket daging kurban diambil dari panitia kurban dan disalurkan oleh RT kepada masing-masing warganya. Hal demikian dimaksudkan untuk meminimalisir kerumunan guna mencegah penularan wabah covid-19.

 

Selain untuk warga Desa Gunungjaya paket kurban juga diperuntukkan bagi santri, warga Pesantren, aparat pemerintahan dan disalurkan ke beberapa daerah di Kabupaten Sukabumi.

 

Dengan hadirnya Lazsima yang diketuai oleh Ust. Zainal Arifin, Lc., M.Pd terus memberikan kebaikan untuk kaum muslimin khususnya warga sekitar Pesantren dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

 

Terima kasih kepada kaum muslimin yang telah menitipkan hewan kurban kepada Lazsima. Semoga Allah Subhanahu wata’ala membalas segala amal ibadah Kita semua.(am/aml)

Empat Alumni Al-Ma’tuq Diterima di King Khalid University Arab Saudi

almatuq.sch.id – Sebulan yang lalu keluarga besar Pesantren Al-Ma’tuq berbahagia dengan tujuh alumni yang diterima pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN).

 

Selasa, 20 juli 2021, bertepatan dengan hari Raya Idul Adha 1442 H, keluarga Pesantren Al-Ma’tuq kembali berbahagia dengan empat alumni yang diterima di Univeristas Raja Khalid Saudi Arabia.

 

Mereka adalah Muhammad Arya Azhar alumni angkatan delapan dan Alwi Dahlan, Bagas Fauzi Pasha dan Bimo Tara Pekerti dari Angkatan Sembilan.

 

Informasi diterimanya empat alumni di Univeristas Raja Khalid Saudi Arabia dimuat di akun resmi Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Cabang Abha.

 

Dalam informasi tersebut terdapat dua puluh lima nama calon mahasiswa baru (Camaba) generasi ketiga dan himbauan bagi yang tercantum namanya untuk masuk grup Camaba yang difasilitasi oleh PPMI.

Calling visa dari Kementrian Luar Negeri Arab Saudi sudah diterima masing-masing calon mahasiswa. Mudah-mudahan selepas musim haji ini mereka sudah bisa berangkat ke negeri penuh berkah tanpa ada halangan.(am/aml)

Gerbamitren Pesantren Al-Ma’tuq

almatuq.sch.id – Markaz Al-Ma’tuq menyelenggarakan Deklarasi Gerakan Berbahasa Resmi Pesantren

(Gerbamintren) sebagai salah satu program baru pesantren dalam memajukan kemampuan santri dalam berbahasa Arab dan Inggris.

Acara yang diselenggarakan di Masjdi Jami’ Al-Ma’tuq pada Senin, 12 Juni 2021 turut dihadiri oleh Mudir ‘Am Pesantrten Al-Ma’tuq Ust. Dr. Ade Hermansyah, Lc., M.Pd.I., Mudir Markaz Al-Ma’tuq Ust. Anfalullah, Lc., M.Pd., Kawabid, dewan guru dan santri.

Gerbamitren yang bertema “Tafattuhu Lughoh (Bermekarnya Bahasa) yang dikepalai oleh Ust. Moch. Syaepul Bahtiar, M.Pd. memiliki 3 tujuan.

  1. Mensosialisasikan dan meresmikan Gerakan Berbahasa Resmi Pesantren.
  2. Memberikan kesadaran kepada warga Pesantren akan pentingnya menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris.
  3. Memasyarakatkan bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk para santri di lingkungan Pesantren.

Maka konsekuensi dari tujuan Gerbamitren, santri diharapkan :

  1. Santri dapat mengikuti seluruh program dan peraturan Bagian Bahasa.
  2. Santri dapat membiasakan dirinya untuk berbahasa Arab dan Inggris di lingkungan Pesantren.
  3. Santri dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul yang bisa menghadapi tantangan global.

Dalam acara peresmian Gerbamitren Ust. Anfalullah, Lc., M.Pd. menyampaikan bahwa salah satu visi misi Pesantren Al-Ma’tuq adalah santri bisa menguasai bahasa Arab dan Inggris. Beliau juga menambahkan, kedua bahasa tersebut sangat penting untuk dipelajari.

“Kita ingin sekali, sebagaimana telah disampaikan dalam visi misi kita yang menguasai bahasa internasional, salah satunya bahasa Inggris dan bahasa Arab.” Kata Ust. Anfalullah.

“Terkait bahasa Inggris dan bahasa Arab sangat penting. Dengan bahasa Arab kita bisa memaham Al-Qur’an, bisa berinteraksi dengan Allah Subhanahu wata’ala. Dengan bahasa Inggris kita bisa mendakwahkan Al-Qur’an.” Tambah Ust. Anfalullah.

Diakhir sambutan, Ust. Anfalullah membacakan kalimat deklarasi yang diikuti oleh santri dengan bunyi : “Bismillahirrahmanirrahim. Kami warga Pesantren Al-Ma’tuq berkomitmen untuk bebicara resmi bahasa Arab dan bahasa Inggris.”

Setelah membacakan kalimat deklarasi secara serempak, deklarasi juga diresmikan dengan menandatangani spanduk dan Mudir ‘Am sebagai ustadz pertama yang menaruh tanda tangannya di spanduk tersebut yang kemudian diikuti oleh ustadz dan santri lain.

Dalam kesempatan yang sama Mudir ‘Am Pesantren Al-Ma’tuq Ust. Dr. Ade Hermansyah, Lc., M.Pd.I. menyampaikan bahwa acara gerbamitren merupakan keinginan asatidzah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa santri.

“Kita menyelenggaran acara deklarasi sebagai bentuk keinginan kuat dari semua ustadz untuk meningkatkan kemampuan berbahasa santri-santri Al-Ma’tuq baik bahasa Arab ataupun bahasa Inggris.” Kata Ust. Ade.

Ust. Ade juga memberikan motivasi kepada santri untuk bersikap aktif dalam berbasa, tidak perlu takut dengan kesalahan karena sejatinya orang yang belajar pasti akan melakukan kesalahan.

“Kita perlu semangat, kita perlu keberanian, kita tidak boleh malu melakukan kesalahan dan berani melakukan kesalahan.” Kata Ust. Ade.

“Yakinlah bahwa orang yang belajar baik belajar ilmu atau belajar bahasa dia akan melakukan kesalahan kemudian dari kesalahan itu dia melakukan perbaikan dan menjadi orang yang berhasil.” Jelas Ust. Ade.

Hal yang paling penting ketika seseorang bisa berbahasa Arab adalah bisa beribadah dengan khusyu dan benar karena syari’at agama islam menggunakan bahasa Arab.

“Bahasa Arab sebagai syi’ar islam dan syi’ar kaum muslimin. Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah mengatakan wajib hukumnya seorang muslim belajar bahasa Arab dan wajib hukumnya seorang muslim bisa berbicara bahasa Arab karena tidak mungkin beribadah dengan baik tanpa bahasa, tidak mungkin kita shalat dengan khusyu  dengan baik tanpa memahami bacaan-bacaan yang ada dalam shalat yang semua itu berbahasa Arab. Kita tidak bisa membaca memahami mentadabburi Al-Qur’an kalo kita tidak bisa menguasai bahasa Arab.” Tambah Ust. Ade.