Ketika Wali Santri Terkesan Oleh Densus 88

densus88Acara pertemuan wali santri baru Pesantren Al-Ma’tuq (26/07) telah berlalu beberapa hari. Para peserta pertemuan itu tentu telah pulang dengan membawa pelajaran dan kesan masing-masing yang kiranya tak sama antara yang satu dengan yang lain…

Sebagian pelajaran dan kesan itu bisa jadi mereka ceritakan ke pihak keluarga atau tetangga, bisa jadi pula mereka tuangkan dalam tulisan, dan bisa jadi pula mereka simpan sendiri di dalam hati.

Seperti yang didapati oleh redaksi almatuq.net di sebuah media sosial, seorang wali santri menuliskan kesannya sepulang dari pertemuan tersebut.

Redaksi mengutip tulisan itu seutuhnya, mudah-mudahan ada pelajaran dan kesan pula yang bisa dipetik oleh para pembaca yang budiman.

Berikut Ini tulisannya:

Hidayah itu datang kepada siapa saja yang Allah kehendaki..

Siapa yang akan menyangka seseorang yang tadinya berpikiran negatif dengan yang namanya Jenggot, Cadar dan celana cingkrang.. namun akhirnya berubah menjadi simpati..

Mungkin ada banyak kisah yang serupa..
Namun ijinkan saya sedikit bercerita..

Beliau adalah seorang anggota Densus 88 yang dulunya menganggap bahwa Jenggot, Cadar dan celana cingkrang itu identik dengan teroris dan radikalisme..

Namun tidak dengan sekarang..

Sekarang telah berubah 180 derajat dari anggapan Beliau yang dulu..

Apa yang sekarang Beliau ketahui ternyata bertolak belakang dengan berbagai macam informasi yang Beliau dapatkan..

Yang dulu antipati, sekarang berubah menjadi simpati..

Dan sekarang Beliau telah menjadi salah satu wali santri di Ma’had Al-Ma’tuq – Cisaat, Sukabumi..

Alhamdulillah..

Semoga Allah menjaga Beliau dan memberikan keistiqamahan dalam menjalankan agama yang haq..

Begitulah hidayah..

Datang dan pergi bagi siapa saja yang Allah kehendaki..

Terkadang menurut kita mustahil..

Akan tetapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..

Segala sesuatu bisa terjadi sesuai kehendak Allah..

Untuk itu mari jadikan diri kita ini sebagai wasilah hidayah..

Jangan menjadi penghalang hidayah..

Kita berusaha menjadi pengantar hidayah..

Jangan malah membuat manusia semakin lari dari hidayah..

Semua orang berhak untuk mendapatkan hidayah..

Wallahu a’lam..

Cilengsi, Malem Senen, 11 Syawal 1436 H, 20:30 WIBogor Wetan
Bapak’e Hanifah mBantul
(..nembe istirahat habis nganterin anak’e wedok..)

(almatuq.net/ahb)