Ust. Abu Qatadah: Bersyukurlah dipertemukan dengan Mudir Al-Ma’tuq

abuqatadahKajian hari Ahad (30/12) yang lalu, Pesantren Al-Ma’tuq menghadirkan Ust. Abu Qatadah sebagai pemateri.

“Tugas saya terhitung berat,” kata Ust. Abu mengawali pembicaraannya, “karena yang hadir di majelis ini terdiri dari tiga komponen sekaligus; Santri, orangtua santri, dan asatidzah Pesantren.”

Da’i yang juga pimpinan pesantren Ihya Sunnah Tasikmalaya itu lantas menyajikan materi sebagaimana permintaan panita, Pendidikan Islam menghadapi Globalisasi.

“Meskipun globalisasi bukan lagi isu hangat saat ini, namun globalisasi itu terus bergerak dan tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi,” ujar Mudir Al-Ma’tuq, saat memberi kata sambutan sebelum Ust Abu Qatadah menyampaikan materi.

“Globalisasi, dalam arti penyeluruhan nilai, bergerak tergantung aktor di belakangnya. Dan kenyataannya aktor dari globalisasi itu, saat ini adalah para pemikir kafir,” ujar Mudir Pesantren yang biasa disapa Ust. Ade itu.

Ust. Abu Qatadah, meskipun dalam pengakuan beliau, tidak bisa lebih memerinci dan memperdalam setiap bagian materi, melihat keragaman status dan tingkat intelektualitas hadirin, namun, subhanallah, kajian itu menyisir seluruh segmen mustami’, baik santri, orangtua, asatidzah Pesantren, maupun umat secara umum.

Saat menyebutkan beberapa syarat  agar seorang penuntut ilmu diberkahi hidayah, beliau menyebutkan di antaranya “as-syaikh al-mustaqim (guru yang lurus)”

“Betapa banyak orang yang punya keinginan dan semangat yang kuat untuk menjadi orang baik, tapi dia dipertemukan dengan orang yang salah atau guru yang tidak benar, seperti dengan paranormal, atau yang memiliki penyimpangan baik dari segi akidah, ibadah, ataupun akhlak,” tegas  Ust. Abu Qatadah yang sempat menimba ilmu bertahun-tahun di negeri Yaman  itu.

Tak lupa Ust. Abu mengingatkan salah satu keberuntungan yang didapat santri dan para orangtua, “Bersyukurlah telah dipertemukan dengan Mudir Al-Ma’tuq yang lurus akidahnya. Dan alhamdulillah para orangtua telah bekerjasama dengan lembaga yang para pengasuhnya lurus manhajnya, akidahnya, dan akhlaknya.”

Jazâkallâh khairan Ust. Abu Qatadah  wa barakallah laka fî ‘ilmika wa mâlika wa ahlika, mudah-mudahan upaya kita semua mendidik dan membentengi anak-anak kaum Muslimin dari arus buruk globalisasi itu senantiasa diberi keistiqamahan dan diberkahi Allah Tabâraka wa Ta’âlâ. Amin… (ahb)