Khutbah Jum'at di Hari Senin

Ada pemandangan tak biasa di masjid Pesantren Al-Ma’tuq sejak Senin (21/11); Setiap ba’da Zhuhur jama’ah akan disuguhi satu orang santri yang berkhutbah layaknya khatib Jum’at di hari Jum’at. Dengan dandanan rapi bak seorang kiai dan rangkaian khutbah yang memperhatikan syarat dan rukunnya.
“Mulai hari ini kegiatan ba’da Zhuhur yang biasanya diisi dengan ta’lim dari para ustadz, diganti dulu dengan praktek khutbah Jum’at dari kelas enam, setiap hari satu orang,” ujar Ust. Yadi, bagian da’wah Pesantren Al-Ma’tuq, saat memberi pengantar sebelum santri yang mendapat giliran pertama tampil .
Oh, rupanya Pesantren sedang menjajal santri-santri kelas enam untuk praktek khutbah Jum’at sebagai salah satu materi ujian pada bidang studi Fiqh Da’wah. Subhanallah, meskipun setiap hari jama’ah masjid Al-Ma’tuq biasa mendengarkan muhadhoroh (latihan pidato) setiap hari yang dilakukan secara bergilir dari seluruh santri setiap ba’da Shubuh dan Ashar, namun khutbah Jum’at memiliki nuansa yang berbeda dari ceramah-ceramah pada umumnya.
Di samping calon da’i yang tampil lebih necis dari biasanya, para mustami’ pun lebih khusyu’ mendengarkan dan tak terdengar suara ngobrol maupun bisik-bisik tetangga. Ya,  memang begitu sifat ibadah Jum’at. Kalau ngobrol  kan  jadi sia-sia (lagho’) ibadah Jum’atnya…!
Ya, syukurlah santri-santri Al-Ma’tuq udah pada ngerti. Masya Allah … (AH)