Acara Kenaikan Kelas

Kamis (24/6/2010) Pesantren Al-Ma’tuq menyelenggarakan haflah kenaikan kelas tahun pelajaran 2009/2010. Tak seperti umumnya madrasah-madrasah di Sukabumi yang mengisi hari-hari samenan (istilah orang sunda untuk menyebut acara kenaikan kelas) dengan pawai menyusuri jalan-jalan protokol sambil membawa beragam kreatifitas masyarakat seperti kapal-kapalan besar, kereta api-kereta apian, atau ikan-ikanan yang terkadang mengganggu para pengguna jalan yang lain, Bahkan tak jarang diisi pula dengan cara-cara yang melanggar syar’i seperti pementasan drumband, para lelaki berpenampilan wanita (banci-bancian) dan sebagainya.
Pesantren Al-Ma’tuq menyelenggarakannya dengan acara yang sederhana di aulanya yang sederhana. “Banyak orang yang merayakan acara kenaikan kelasnya, berbeda dengan apa yang diajarkan di madrasahnya selama setahun bahkan bertahun-tahun,” ujar Mudir Pesantren, Ustadz Ade Hermansyah, Lc. M.Pd.I
“Jika di madrasahnya diajarkan al-Fatihah, al-Falaq, an-Nas, maka dalam acara ini berganti menjadi al-joget dan al-gitek, karena diisi dengan pementasan-pementasan musik dan nyanyian-nyanyian” lanjut beliau santai tapi serius.
Memang begitulah kenyataannya, kebaikan-kebaikan yang diajarkan sebelumnya malah ditutup dengan keburukan-keburukan, hanya dengan dalih membahagiakan anak-anak didik, Innalillah.
Di Pesantren Al-Ma’tuq, acara hanya berisi penampilan-penampilan para juara perlombaan, seperti juara-juara hifzhul Quran, hifzhul hadits, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab, dan pidato bahasa Inggris. Kemudian disusul dengan taushiyah akhir tahun dari Mudir Pesantren, Ust. Ade Hermansyah, dan Musyrif ‘Am Yayasan Lajnah Khairiyyah Musytarakah, al-Ustadz Ahmad Zawawi bin Nawawi.
Untuk mengapresiasi santri-santri yang berprestasi, tak lupa Pesantren pun memberikan hadiah-hadiah bagi mereka, baik yang berprestasi secara akademik di setiap kelas, maupun prestasi-prestasi lainnya, seperti santri teladan, santri teraktif dan masih banyak lagi yang lainnya.
Acara pun jauh dari kebisingan, segenap hadirin yang terdiri dari para santri, asatidzah dan para wali santri dengan khidmat mengikuti acara dari awal sampai di penghujung acara: Pembagian rapot di kelas masing-masing oleh para wali kelas kepada para orangtua/wali santri, sambil membuka dialog di antara mereka yang ingin menanyakan secara langsung kondisi perkembangan belajar dan kehidupan anak-anak mereka selama di Pesantren. (bdtf)