MENCETAK AL-QUR’AN BERJALAN

MENCETAK AL-QUR’AN BERJALAN

Oleh: Ust. Ade Hermansyah, Lc

Salah satu ni’mat terbesar, yang dianugerahkan oleh Allah I kepada umat manusia, adalah diturunkan-nya Al-Qur’an. Lihatlah surat Ar-Rahman! satu surat yang di dalamnya dijelaskan, sekian banyak ni’mat Allah I yang diberikan kepada jin dan manusia. Sampai Allah I menantang jin dan manusia, tentang ni’mat mana yang mereka dustakan? ayat itu diulang sebanyak 31 kali, di surat yang hanya berisi 78 ayat saja.

Ni’mat yang paling utama adalah diajarkannya Al-Qur’an:

عَلَّمَ الْقُرْآنَ(2)

“Yang telah mengajarkan Al Qur’an.” (Ar-Rahmaan; 2)

Al-Qur’an adalah, sumber ke-kuatan bagi orang-orang mu’min

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآانِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ (الإسراء :82)

“ Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi obat penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman “ (Al-Israa ; 82)

Al-Qur’an itu pedoman hidup bagi orang-orang yang bertaqwa, yang tidak diragu-kan sedikitpun :

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2)

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (Al-Baqarah ; 2)

Lebih dari itu, Al-Qur’an adalah petunjuk bagi semua umat manusia :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Al-Baqarah ; 185)

Masih banyak ayat-ayat lain, yang menunjukkan keisti-mewaan dan kehebatan Al-Qur’an. Rasanya, tidak ada seorang muslimpun yang meragukan hal ini. Namun, mengapa kehebatan Al-Qur’an itu, tidak terlihat pada umat Islam sekarang ? Bukankan mereka orang-orang yang diperintahkan untuk membacanya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya ? Ribuan atau jutaan mushhaf Al-Qur’an yang beredar di tengah-tengah umat Islam. Setiap bulan bahkan setiap minggu bermunculan, mushaf-mushaf dengan berbagai tipe dan ukuran. Sudah pula diter-jemahkan ke dalam berbagai bahasa yang ada di dunia.

Kapan umat Islam mampu mengembalikan kejayaan seperti yang telah dicapai oleh para pendahulu mereka, dengan Al-Qur’an di tangan mereka,?. Selamanya umat Islam tidak akan mampu. Kecuali bila mereka berhasil menerjemahkan Al-Qur’an itu, dalam kehidupan mereka. Umat Islam harus mampu mencetak, Qur’an-qur’an yang hidup di alam nyata, berjalan di muka bumi. Karena ayat-ayat dalam Al-Qur’an itu, tidak akan bisa berbuat dengan sendirinya, dia harus diwujudkan dalam laku perbuatan.

Bila kita lihat kenyataan umat Islam sekarang, yang semakin jauh dari Al-Qur’an. Bahkan banyak di antara mereka, yang untuk membacanya saja mendapat kesulitan. Lebih parah lagi, banyak generasi muda yang sudah tidak kenal Al-Qur’an.

Seakan kontradiktif de-ngan semangat menegakkan syari’at Islam, yang digembar-gemborkan akhir-akhir ini.

Tidak bisa tidak, penegakkan syari’at Islam itu, harus dimulai dari Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an itu bagian dari pelajaran di sekolah-sekolah, dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi. Kenalkan Al-Qur’an kepada anak-anak sedini mungkin. Galakan pengkajian-pengkaji-an tentang Al-Qur’an. Jadikan membaca Al-Qur’an sebagai satu kebutuhan dan kesenangan. Walaupun mungkin akan terasa lama, tapi itulah jalan terbaik. Ingatlah pepatah yang mengatakan : Biar lambat asal selamat.