Headline

Delapan Santri Al-Ma’tuq Ikut Kompetensi Sains Nasional Tingkat Kabupaten Sukabumi

almatuq.sch.id – Santri Pesantren Al-Ma’tuq siap membuktikan kemampuan dan daya saing luar biasa dengan mengikuti Kompetensi Sains Nasional (KSN) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan secara online dari tanggal 2-4 Juni 2021.

 

KSN diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi bakat, minat, dan prestasi peserta didik di bidang sains. Selain itu, kompetisi Sains diharapkan mampu membentuk peserta didik berprestasi yang jujur, disiplin, sportif, tekun, kreatif, tangguh, cinta tanah

air dan berkarakter.

 

Peserta dari Pesantren Al-Ma’tuq mengikuti 4 bidang keilmuan dari total 9 keilmuan, yaitu: Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

 

Adapun 8 santri yang mengikuti KSN terdiri dari 4 santri putra dan 4 santri putri. Dari santri putra mereka adalah: M. Rafif Rayhan Situmorang, Ali Akbar Al Falaq, Fahdly Athailla Ahmad Fauzan, M. Abdul Hakim dan dari santri putri:  Salsabil Rinaldi, Aulia Putri Diana, Azka Rizkania Fayza Wardhana, dan Afifah Auliya.

Semoga santri yang mengikuti KSN diberikan kemudah dalam mengikuti kompetensi dan menjadi penyemangat belajar bagi santri yang lainnya.(am/aml)

127 Santri Al-Ma’tuq Ikuti Yudisium

almatuq.sch.id – Sebanyak 127 Santri Pesantren Al-Ma’tuq mengikuti kegiatan yudisium yang dilaksanakan pada Jum’at, 28 Mei 2021. Yudisium dilaksanakan di 2 tempat yang berbeda untuk Markaz Al-Ma’tuq dan Markaz Al-Zamil. Al-Ma’tuq diikuti oleh 67 santri dan Al-Zamil diikuti oleh 60 santriwati.

 

Kegiatan yudisium tersebut dihadiri Mudir, Kawabid dan Asatidzah masing-masing markaz. Disiarkan secara langsung di aku youtube Al-Ma’tuq TV dan Media Pendidikan Markaz Al-Zamil.

 

Rangkaian kegiatan yudisium dibarengi dengan pelantikan Khidmah untuk ajaran 2021-2022. Sebelumnya santri mengikuti kegiatan pembekalan calon Khidmah yang dilaksanakan selama 4 hari.

 

Mudir ‘Am Pesantren Al-Ma’tuq Ust. Dr. Ade Hermansyah, Lc., M.Pd.I. berpesan bahwa Khidmah merupakan sebuah kedudukan yang tinggi, dibanggakan dan dimuliakan. Di masa Khidmah juga santri akan melakukan 3 hal, belajar bagaimana belajar yang baik dan benar, belajar mengajar dan belajar karena Allah.

 

“Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan hidayah, taufik dan pertolongan kepada kalian semua untuk melaksanakn tugas yang mulia ini. Dan semoga melindungi kalian dari segala cobaan, rintangan, tantangan dan godaan yang mungkin akan menghadang kalian.  Pungkas Ust. Ade.

 

Dalam sambutannya di depan santri putra, Mudir Markaz Al-Ma’tuq Ust. Anfalullah, Lc., M.Pd. menyampaikan program pendidikan di Pesantren Al-Ma’tuq adalah 7 tahun, 6 tahun pendidikan formal dan 1 tahun untuk masa pengabdian atau Khidmah. Khidmah adalah puncak, buah dan tolak ukur keberhasilan dari pendidikan formal yang telah dijalani selama 6 tahun.

 

Mudir juga berpesan agar santri yang akan menghadapi masa khidmah untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya sebagai tanda amal shalih belajar 6 tahun di pesantren diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala  dan jangan sampai amal shalih rusak dimasa Khidmah berjalan.

 

“Satu tahun yang akan datang bersama kita di sini harus antum gunakan sebaik-baiknya sebagai tanda bahwa 6 tahun belajar di pesantren itu amal shalihnya diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala.” Ungkap Ust. Anfalullah.

 

Selain itu, Mudir Markaz Al-Zamil Ust. Latif Maulana, Lc. berpesan untuk santriwati agar selalu menjaga kekompakkan, soliditas dan sinergitas. Semoga keberkahan dan ridha Allah Subhanahu wata’ala mereka dapatkan.

 

“Agar antunna senantiasa berjamaah, menjaga kekompakkan, menjaga soliditas dan sinergitas diantara antunna. Keberkahan Allah ada pada kebersamaan dianatara antunna. Kemudian juga ikhlaskan semuanya, semata-mata kegiatan ini bertujuan untuk  mengaharapkan ridha Allah Subhanahu wata’ala.”

Sebanyak 120 khidmah akan melaksanakan masa pengabdian di Markaz Al-Ma’tuq dan Al-Zamil dan sisanya akan melaksanakan pengabdian di SMP Al-Hadid Cileungsi. Pesantren Ima Syafi’I, Pesantren An-Naba’ Cianjur, Yayasan Islam At-Taubah dan Pesantren Al-Wafa Bekasi.(am/aml)

Kontribusi Pesantren Al-Ma’tuq Pada STQ Ke-17 Tingkat Kabupaten Sukabumi

almatuq.sch.id – Pesantren Al-Ma’tuq dipercaya oleh pemerintah Kecamatan Cisaat untuk berkontribusi pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-17 Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan di Pesantren Al-Matin Sukaraja pada tanggal 23-25 Mei 2021.

 

Sejumlah dua belas peserta dari Pesantren Al-Ma’tuq sebagai perwakilan atau kafilah dari Kecamatan Cisaat mengikuti lomba pada STQ ke-17 dengan berbagai kategori lomba.


Seperti yang disampaikan oleh Ust. Ali Budiar, M.Pd. selaku Penanggung Jawab peserta dari Pesantren Al-Ma’tuq. Pada awalnya pesantren merasa pesimis untuk mengirimkan utusan mengikuti STQ karena kondisi pandemi. Tidak adanya santri yang tinggal di pesantren dan pembelajaran berjalan via online menjadikan persiapan peserta terbatas, tidak ada bimbingan khusus dan tidak tahu perkembangan peserta.

 

“Kita (pesantren,Red) pesimis untuk mengirimkan utusan dalam kondisi pandemi. Kita tidak mempunyai santri kemudian tidak ada di pesantren, tidak ada bimbingan khusus untuk mereka karena mereka full kegiatan online. Otomatis kita tidak melihat bagaimana perkembangan mereka untuk menghadapi STQ ke-17 ini.” Ungkap Ust. Ali.

 

Walaupun diawali dengan rasa pesimis, kabar tidak terduga datang dari hasil lomba STQ. Sesuai SK nomor : 05/STQ-17/kABSI/V/2021, delapan peserta dari Pesantren Al-Ma’tuq meraih juara terbaik dan menjadikan kecamatan Cisaat sebagai juara umum pada STQ ke-17. Peserta terbaik berhak mengikuti pembinaan dengan peserta binaan  LPTQ Kabupaten Sukabumi dan hasil binaan terbaik berhak mewakili Kabupaten Sukabumi pada STQ yang akan diselenggarakan tingkat Provinsi Jawa Barat di bulan Juni mendatang.

 

“Alhamdulillah, utusan kita dapat meraih cabang-cabang tertentu. Mudah-mudahan ini semua  menjadi penggugah disaat kondisi pandemi, minim pendidikan, minim pembelajaran bahkan mungkin minim prestasi karena tidak ada event-event yang cukup krusial pada masa pandemi ini.” Pungkas Ust. Ali.

 

Rekapitulasi juara yang diraih peserta yaitu :

·       Terbaik III Hafalan Al-Qur’an 10 juz putra

·       Terbaik II Hafalan Al-Qur’an 10 juz putri

·       Terbaik III Hafalan Al-Qur’an 20 juz putra

·       Terbaik II Hafalan Al-Qur’an 20 juz putri

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juz putra

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juz putri

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juz dan Tafsir Arab putra

·       Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 juzdan Tafsir Arab putri.

 

Ust. Ali Budiar juga berpesan untuk keluarga besar Pesantren Al-Ma’tuq. Semoga prestasi ini menjadi penggugah disaat kondisi pademi, minim pembelajaran dan prestasi karena tidak ada event yang krusial pada pandemi.

 

“Event STQ tingkat Kabupaten Sukabumi ini dapat memotivasi seluruh warga Pesantren Al-Ma’tuq terkhusus santri dan santriwati.” Harap Ust. Ali.(am/aml)